SD & SLTPSekolah MenengahPerguruan TinggiPendidikan Network IndonesiaSains & TeknologiTeknologi & PendidikanE-MajalaH IndonesiaTeknologi Pendidikan Indonesia
Halaman UtamaSoftware KomputerHardware KomputerBahan PembelajaranLembaga & Sekolah TI
 HOME/Situs Berita Kita
 Teknologi/Pembelajaran
 Berita Khusus Kegiatan
 Info Teknologi Baru
 Mengenai E-Teknologi
 Konservasi PerAiran
  
Conservation PerAiran

  
 PariWisata PerAiran
  
Pariwisata PerAiran

  
 Berita Penerbangan
  
Pendidikan Penerbangan

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  
 
Indonesia Kekurangan Technopreneur
By admin
Wednesday, April 15, 2009 15:05:00 Clicks: 303 Send to a friend Print Version
Indonesia Kekurangan Technopreneur

Rabu, 15 April 2009 | 15:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com ? Para pengusaha yang bergerak dalam usaha digital di Indonesia, saat ini masih terjebak dengan impian dapat bekerja pada perusahaan besar. Dari segi SDM (sumber daya manusia) kita sudah mempunyai pengusaha di bidang teknologi atau technopreneur, tapi masih kurang, belum tumbuh. Baru jadi pemain kecil yang hanya berjumlah 2 sampai 3 orang, terang Kusmayanto Kadiman, Menteri Negara Riset dan Teknologi, yang ditemui dalam acara konfrensi pers Bubu Awards, di Jakarta, Rabu (15/4).

Selain itu, lanjut Kusmayanto, masalah lain yang dihadapi oleh perusahaan digital kecil dalam mengembangkan usahanya adalah sulitnya pengurusan izin usaha. Saat mengurus surat-surat, technopreneur tidak dipercaya karena jumlah karyawan yang sangat sedikit, begitupun saat mengajukan peminjaman pada bank banyak yang ditolak.

Untuk mengembangkan usahanya, sebut Kusmayanto, para technopreneur harus memerhatikan infrastruktur, content, dan konteks. Jangan hanya mengejar target, lihat dulu kapasitas di daerah penerima, kalau memang terbatas jangan mengirim pesan bergambar, cukup teks saja, terangnya.

Selanjutnya dari segi konteks, juga harus mengikuti corak dari daerah setempat. Kalau dari segi konteks, jangan sampai ingin bahasa Maluku disampaikan di daerah lain. Masyarakat Maluku tidak akan merasa itu adalah pesan bagi mereka, jelasnya.

DEE

Sumber: Kompas.Com
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/04/15/
15054865/Indonesia.Kekurangan.Technopreneur
 
More E-Teknologi dan TIK Berita
. Pilih Android Demi Untung
. India Luncurkan Laptop Seharga Rp335.000
. DPR: E-Book Tak Bermanfaat di Pedesaan!
. Rendahnya Akses Internet, E-Book Tak Efektif
. CommunicAsia 2009 Dipadati Pengunjung
. Wah, SMKN 7 Samarinda Produksi Laptop Massal!
. Robot, Mahal meskipun Makin Diminati Pelajar
. A-Data Classic CH91, Harddisk Portabel nan Kompetitif
. Samsung S2 Portable, Harddisk Berfisik Paling Kecil
. Western Digital Caviar Green, Berkapasitas 2TB
 E-TEKNOLOGI DAN TIK
India Luncurkan Laptop Seharga Rp335.000
Pilih Android Demi Untung
Rendahnya Akses Internet, E-Book Tak Efektif
DPR: E-Book Tak Bermanfaat di Pedesaan!
CommunicAsia 2009 Dipadati Pengunjung
Wah, SMKN 7 Samarinda Produksi Laptop Massal!
Harga Nokia N97 antara Netbook dan Notebook
Western Digital Caviar Green, Berkapasitas 2TB
Samsung S2 Portable, Harddisk Berfisik Paling Kecil
A-Data Classic CH91, Harddisk Portabel nan Kompetitif
Robot, Mahal meskipun Makin Diminati Pelajar
Industri Kreatif TI akan Naik 20 Persen
ITS Mulai Bangun Pusat Ilmu Robotika Nasional
Industri Digital Indonesia Tumbuh 100 Persen pada 2010
Satu Guru Satu Laptop