SD & SLTPSekolah MenengahPerguruan TinggiPendidikan Network IndonesiaSains & TeknologiTeknologi & PendidikanE-MajalaH IndonesiaTeknologi Pendidikan Indonesia
Halaman UtamaSoftware KomputerHardware KomputerBahan PembelajaranLembaga & Sekolah TI
 HOME/Situs Berita Kita
 Teknologi/Pembelajaran
 Berita Khusus Kegiatan
 Info Teknologi Baru
 Mengenai E-Teknologi
 Konservasi PerAiran
  
Conservation PerAiran

  
 PariWisata PerAiran
  
Pariwisata PerAiran

  
 Berita Penerbangan
  
Pendidikan Penerbangan

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  
 
Industri Kreatif TI akan Naik 20 Persen
By admin
Wednesday, June 03, 2009 21:35:00 Clicks: 261 Send to a friend Print Version
Industri Kreatif TI akan Naik 20 Persen

Rabu, 03 Juni 2009 21:35 WIB

SURABAYA--MI: Pertumbuhan industri kreatif berbasis teknologi informasi (TI) secara nasional tahun ini optimistis naik 20 persen, yang disumbang oleh dominasi pengusaha yang bergerak dalam bidang perangkat lunak (software).

Keyakinan ini, karena omzet dari industri kreatif tahun lalu sebesar Rp100 triliun lebih besar dari industri otomotif. Dari angka tersebut, 50 persen lebih berasal dari total omzet pelaku usaha piranti lunak, kata Direktur Industri Telematika Ditjen Industri Alat Transportasi dan Telematika Departemen Perindustrian, Ramon Bangun, di Surabaya, Rabu.

Keoptimisan dia, juga didukung sumbangan omzet industri kreatif TI terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun lalu sebesar 6 persen.

Tahun lalu, sumbangan industri kreatif mencapai 6 persen, atau lebih besar dari industri gas, listrik, dan air, katanya.

Untuk mencapai target tahun ini, pihaknya akan melakukan serangkaian upaya. Salah satunya dengan lebih gencar mendekatkan diri ke kalangan perbankan.

Kami yakin, upaya ini dapat memberi stimulus keuangan bagi modal kerja pelaku industri kreatif TI, terutama bagi mereka yang usahanya berskala kecil, katanya.

Melalui pendekatan ini, ia berharap, pengusaha industri tersebut yang berskala kecil dapat memperoleh modal kerja dengan mudah, sehingga kinerjanya juga meningkat.

Kami berupaya, agar mereka dapat memperoleh kredit dengan nominal tertentu dan bisa dicairkan tanpa agunan. Bagi mereka yang mengajukan besaran minimal kredit sebanyak Rp50 juta akan dapat menerima kreditnya tanpa agunan apapun, katanya.

Di samping itu, Kepala Balai Diklat Industri Regional V Surabaya, H. Taswir Syahfoeddin, mengatakan, kini total industri tersebut di Jawa Timur ada sekitar 200 pengusaha. Mayoritas, mereka bertindak sebagai penyedia piranti lunak.

Untuk lebih meningkatkan jumlah pelaku industri tersebut, kami terus membinanya dengan beragam pelatihan, seminar, dan membuka konsultasi pemasaran unggulan melalui internet. Ke depan, dengan bekal itu mereka akan memiliki kemampuan dan pengalaman untuk mengembangkan usaha, katanya. (Ant/OL-06)

Sumber: Media Indonesia Online
http://www.mediaindonesia.com/read/2009/06/06/77962
/23/2/Industri_Kreatif_TI_akan_Naik_20_Persen

Informasi lanjut: http://E-Majalah.Com

 
More E-Teknologi dan TIK Berita
. Pilih Android Demi Untung
. India Luncurkan Laptop Seharga Rp335.000
. DPR: E-Book Tak Bermanfaat di Pedesaan!
. Rendahnya Akses Internet, E-Book Tak Efektif
. CommunicAsia 2009 Dipadati Pengunjung
. Wah, SMKN 7 Samarinda Produksi Laptop Massal!
. Robot, Mahal meskipun Makin Diminati Pelajar
. A-Data Classic CH91, Harddisk Portabel nan Kompetitif
. Samsung S2 Portable, Harddisk Berfisik Paling Kecil
. Western Digital Caviar Green, Berkapasitas 2TB
 E-TEKNOLOGI DAN TIK
India Luncurkan Laptop Seharga Rp335.000
Pilih Android Demi Untung
Rendahnya Akses Internet, E-Book Tak Efektif
DPR: E-Book Tak Bermanfaat di Pedesaan!
CommunicAsia 2009 Dipadati Pengunjung
Wah, SMKN 7 Samarinda Produksi Laptop Massal!
Harga Nokia N97 antara Netbook dan Notebook
Western Digital Caviar Green, Berkapasitas 2TB
Samsung S2 Portable, Harddisk Berfisik Paling Kecil
A-Data Classic CH91, Harddisk Portabel nan Kompetitif
Robot, Mahal meskipun Makin Diminati Pelajar
Industri Kreatif TI akan Naik 20 Persen
ITS Mulai Bangun Pusat Ilmu Robotika Nasional
Industri Digital Indonesia Tumbuh 100 Persen pada 2010
Satu Guru Satu Laptop